![]() |
| Persiraja sejatinya unggul lebih dulu melalui sepakan keras Matheus Henrique di menit ke-67. Namun, keunggulan itu tak bertahan lama. |
BANDA ACEH, ACEHDIURNA.COM - Harapan Persiraja Banda Aceh untuk pulang dengan tiga poin pupus di detik-detik akhir.
Tim Laskar Rencong harus puas berbagi angka 1–1 dengan Adhyaksa FC dalam laga lanjutan Pegadaian Championship 2025/26, Rabu (12/11), di Stadion Internasional Banten, pertandingan yang diwarnai drama hujan deras dan keputusan kontroversial wasit.
Persiraja sejatinya unggul lebih dulu melalui sepakan keras Matheus Henrique di menit ke-67. Namun, keunggulan itu tak bertahan lama.
Adhyaksa FC membalas sembilan menit berselang lewat Adilson, yang memanfaatkan kemelut di depan gawang.
Gol tersebut langsung memicu protes keras dari kubu Persiraja, yang menilai terjadi pelanggaran terhadap Henrique dalam proses terjadinya gol.
Namun, wasit bergeming tanpa meninjau ulang melalui VAR.
Ketegangan Memuncak di Masa Injury Time
Connor Flynn sempat membuat seluruh pemain dan pendukung Persiraja bersorak setelah mencetak gol penentu kemenangan.
Namun kegembiraan itu hanya bertahan beberapa detik.
Setelah peninjauan VAR, wasit memutuskan gol dianulir karena posisi offside tipis. Skor 1–1 pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Pelatih Persiraja, Akhyar Ilyas, mencoba menahan kecewa.
“Kami bersyukur masih bisa membawa pulang satu poin. Tapi jujur, banyak keputusan wasit yang merusak ritme pertandingan,” ujarnya dalam konferensi pers usai laga.
“Kami bermain terbuka, berani menyerang, tapi hasil akhirnya tidak berpihak.”
Dengan hasil ini, Persiraja menambah koleksi poin menjadi 12 poin dan tetap menjaga peluang di klasemen Grup 1 Pegadaian Championship 2025/26.
Namun, laga di Banten itu akan dikenang bukan hanya karena skor, tetapi karena drama VAR yang mengubah segalanya di detik terakhir.[]

